Laman

Rabu, 14 September 2011

Sejarah Gereja Advent Di Dunia

Salam sejahtera, mungkin keterangan dibawah ini dapat berguna untuk lebih tahu isi yang sebenarnya dari adventisme.

Pendiri Adventisme adalah William Miller ( lahir 1782 ) dari Low Hampton, New York menyatakan bahwa Alkitab menubuatkan kiamat dan kedatangan Yesus ke 2 kali pada tahun 1844, menurut Dan 8:14 dengan menafsirkan satu tahun untuk setiap hari ( Bil 14:34, Yeh 4:6 ).

Perhitungannya : Dan 8:14 menyebutkan masa 2300 petang dan pagi dimana “Rumah Tuhan akan dipulihkan “. Hukuman 70 minggu berakhir ketika Ezra kembali pada tahun 457 SM. Maka kedatangan Yesus ditafsirkan sebagai 2300 hari – 490 hari ( 70 minggu ) menjadi tahun 1810 hari. Digenapkan menjadi 1810 tahun dari tahun 34 SM menjadi tahun 1844. Maka menurutnya 2300 hari dalam Dan 8:14 berakhir pada tahun 1844.

Namun ternyata pernyataannya tidak terwujud Yesus tidak datang kembali pada tahun 1844. William Miller akhirnya mengakui kekeliruannya secara terbuka dan tidak berani lagi menubuatkan tahun kedatangan Yesus. Para pengikutnya tetap berbakti di hari Minggu, dan bergabung dalam gereja “Evangelical Adventists” dan Advents Christian Chruch’.

NY. Ellen Gould White (1827-1915) salah seorang pengikut setia Wiliam Miller mengemukakan pendapat bahwa Kristus memang datang pada 22 Oktober 1844 dan sekarang memasuki tahap kedua dalam karya penyelamatan Nya, yaitu pekerjaan “penghakiman pemeriksaan”. Dalam bukunya “The Great Controversy Between Christ and Satan, hal 481, ia menulis: “Oleh sebab itu mereka yang mengikuti terang perkataan nubuat itu melihat , bahwa Kristus pada waktu itu telah memasuki tempat yang mahakudus untuk menyelesaikan karya penyelamatan sebagai persiapan kedatanganNya, dan bukannya datang ke dunia pada akhir dari 2300 hari, yaitu pada tahun 1844”.

Ia menyatakan bahwa ada tiga tahap dalam karya penyelamatan Kristus. Pertama adalah karya diatas kayu salib, yang dapat dibandingkan dengan pekerjaan para imam Yahudi di mezbah tembaga. Kedua adalah karya yang dimulai pada tahun 1844, ketika Yesus masuk ke tempat kudus untuk melakukan pekerjaan penghakiman pemeriksaan. Ketiga akan dimulai pada hari Penebusan yaitu pada waktu Kristus memasuki tempat mahakudus, meletakkan dosa-dosa manusia pada kambing hitam, yaitu Iblis, yang akan membawanya menuju ke satu tempat untuk dilupakan sama sekali.

Dengan demikian menurut Ny. Ellen Gould White tanggal 22 Oktober 1844 itu dianggap sebagai tanggal “Allah menutup pintu anugerah” dan yang dianugerahi hanya orang Adventis yang menantikan kedatangan-Nya. Ketika tanggal itu Tuhan Yesus tidak datang juga, tanggal itu diberi pengertian baru yaitu bahwa Tuhan Yesus memasuki “tempat yang mahasuci” untuk menguduskan gerejanya. Gereja-gereja Kristen tidak ikut dalam pengudusan itu karena mereka tidak menantikan tanggal 22 Oktober 1844, dan hanya mereka yang menerima amanat Ny White lah yang akan menerima pengudusan.

Tanggal 22 Oktober 1844 yang gagal memenuhi nubuatan tsb. disebut orang sebagai “Hari Kekecewaan Agung” dan sampai sekarang masih dipercaya oleh para pengikutnya akan perhitungan 2300 tahun tsb. Ajaran yang menunjuk kedatangan Yesus kedua kali pada tahun 1844 dapat dilihat dalam lembaran buku “Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab” karangan Harold E. Metcalf, hal. 64 – 67, yang dijilid menjadi satu dengan Alkitab terbitan LAI yang dicetak atas pesanan GMAHK ( Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh ).

Menurut Ny White pada tanggal 3 April 1847 ia telah melihat Kristus sedang melakukan pekerjaan penghakiman pemeriksaan dan menunjuk pada perintah ke empat, yaitu untuk memelihara hari Sabat dan pemeliharan kehidupan suci seperti tidak merokok, minum alcohol, teh dan kopi, nonton, dan makanan haram , sebagai penyucian Bait Suci, karena tubuh manusia adalah Bait Suci. Oleh sebab itu mereka menamakan dirinya “Masehi Advent Hari Ketujuh” = “Seventhday Adventists”.

Siaran “Suara Nubuatan” yang dapat diikuti dari pelbagai pemancar radio disetiap benua termasuk di Indonesia, telah memikat ribuan jiwa dengan orang-orang yang mengikuti kursus tertulis gratis. Demikian pula buku yang biasanya tentang kesehatan , terutama petunjuk untuk hidup sehat secara vegetarian umumnya dibagikan dengan gratis. Web site yang tampaknya kristiani tetapi mengandung ajaran adventisme banyak tersebar di internet.

Dengan cara yang halus dan cerdik orang-orang Advent telah pergi ke tiap ladang penginjilan dan merebut petobat-petobat baru Kristen, yaitu merusak hasil pekerjaan yang dengan susah payah sudah diusahakan oleh para pemberita Injil selama bertahun-tahun, dengan tidak merintis pekerjaan diantara orang kafir.

Dasar ajaran mereka antara lain :

1. Mengenai Sabat.

a. Paus , adalah antikristus yaitu manusia 666, telah mengubah hari Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu dan bahwa semua orang yang berbakti pada hari Minggu mempunyai tanda binatang itu ( - 666 - ), dan akan masuk neraka, karena mereka telah melanggar hari Sabat Allah.

b. Konstantin, kaisar Romawi telah merubah hari ibadah dari hari Sabtu ( Sabat ) menjadi hari Minggu berdasarkan ajaran kafir ( Pemujaan dewa matahari ).

c. Menurut mereka hari Sabtu adalah hari yang ketujuh, telah ditetapkan oleh Tuhan Allah sendiri sejak semula, yaitu pada waktu penciptaan manusia. Ketika Allah beristirahat pada hari Sabat, Ia telah memberikan satu contoh untuk ditiru oleh semua generasi manusia dan Ia mewajibkan semua orang untuk ‘ingat akan hari Sabat dan menguduskannya”. Mereka mempertahankan bahwa penetapan hari Sabat tidak pernah dicabut kembali.

2. Mengenai keselamatan.

a. Memelihara hukum perlu sebagai bukti keselamatan. Orang percaya yang tidak berbakti pada hari Sabtu adalah orang-orang sesat. Pada waktu Kristus datang kembali, hanya ada 144.000 orang yang akan selamat dan mereka adalah orang-orang Advent yang tidak mempunyai tanda binatang, Iman kepada Krsitus hanya mendapat keampunan dosa-dosa yang lalu, tetapi hukum Allah adalah ukuran bagi sifat dan hidup manusia yang akan diuji pada waktu penghakiman.

b. Mereka mengajarkan tiga tahap menuju karya penyelamatan Kristus. Salib hanya merupakan tahap pertama dari penyelamatan. Tahap kedua dimulai pada tahun 1844 ketika Kristus memasuki tempat kudus untuk mulai pekerjaan “penghakiman pemeriksaan”. Tahap yang ketiga adalah pada waktu dosa-dosa manusia diletakkan pada kambing jantan penghapus dosa, yaitu Iblis pada Hari Penebusan.

3. Mengenai kekekalan.

Mereka berpendapat bahwa hanya beberapa jiwa saja yang kekal, yaitu mereka yang mempunyai kehidupan kekal. Sisanya akan dimusnahkan dan akan lenyap. Alasannya adalah karen hidup kekal berarti selama-lamanya, maka kematian kekal berarti lenyap selama-lamanya. Mereka berpandangan bahwa orang-orang murtad, termasuk Iblis, penyebab dosa, akan dibinasakan dengan api pada akhir jaman dan akhirnya tidak akan ada sama sekali, seolah-olah mereka tidak pernah ada.

4. Mengenai jiwa yang tertidur.

Kesadaran manusia bergantung pada persatuan antara nafas hidup dengan tubuh. Jika keduanya dipisahkan oleh kematian, maka orang itu tidak sadar. Orang yang meninggal tidak sadar lagi. Menurut mereka Alkitab mengatakan hal ini sebagai tidur. Keadaan tidak sadar dan lamanya tidur ini berlangsung sampai waktu manusia dibangunkan dan dibangkitkan dari antara orang mati.



Semoga Bermamfaat..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar